Slide Title 1

Aenean quis facilisis massa. Cras justo odio, scelerisque nec dignissim quis, cursus a odio. Duis ut dui vel purus aliquet tristique.

Slide Title 2

Morbi quis tellus eu turpis lacinia pharetra non eget lectus. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Donec.

Slide Title 3

In ornare lacus sit amet est aliquet ac tincidunt tellus semper. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumat, 22 Juni 2012

Cara Membuat Screenshot di PC

Disamping ini adalah gambar hasil screenshot saya pada salah satu halaman blog ini. 
Nah kali ini saya akan berbagi trik dan tips di komputer. Bagi sobat yang belum tahu bagaimana cara membuat Screenshoot di komputer. Silahkan sobat ikuti cara-caranya sebagai berikut:

1. Pertama silahkan sobat >> pilih dan bidik gambar apa yang akan sobat pakai untuk di jadikan sebagai screenshot.

2. Kemudian sobat tekan tombol >> Print Screen (PRT SC), Tombol ini biasanya berada di atas kanan sebelah tombol >> Num Lock atau tombol bagian paling atas pada Komputer atau Laptop sobat.

3. Setelah sobat menekan tombol Print Screen (PRT SC), komputer sobat secara otomatis telah menyimpan gambar yang akan sobat buat screenshot.

4. Langkah selanjutnya sekarang sobat buka >> Paint.
Caranya >> klik Start pada menu komputer atau Laptop sobat → All Program AccessoriesPaint.

5. Setelah Paint terbuka, Kemudian sobat >> klik kanan dan Paste, Sobat dapat memotong dan juga merapikan hasil PrintScreen tadi menggunakan menu tools Select yang terdapat pada Paint.

6. Silahkan sobat >> Simpan atau Save gambar sebagai JPEG, biasakan menyimpan gambar dengan format JPEG/JPG, jika sobat menyimpan gambar hasil screenshot tadi ke format BMP maka ukuran gambarnya akan menjadi cukup besar sekitar 2,5 MB, Namun semua tergantung ukuran gambar.

Rabu, 23 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM MENENTUKAN TRAYEK pH LARUTAN ASAM BASA DENGAN INDIKATOR ALAM

LAPORAN PRAKTIKUM MENENTUKAN TRAYEK pH LARUTAN ASAM BASA  DENGAN INDIKATOR ALAM
A. Tujuan :
Untuk memahami bagaimana suatu bahan alami dapat digunakan sebagai indikator asam-basa pada suatu senyawa dan dapat menentukan kisaran trayek pH maupun pOH dari senyawa tersebut.
B. Landasan Teori :
Suatu sifat senyawa yang sangat penting adanya adalah sifat asam dan basa. Kita mengenal berbagai macam asam seperti asam cuka, dan asam jawa. Kita juga mengenal berbagai jenis basa seperti sabun yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Teori asam basa juga mengalami beberapa pengembangan. Asam dinyatakan merupakan suatu senyawa yang memiliki pH lebih kecil dari 7. < 7 merupakan pH netral dari reaksi H++OH- --> H2O. Sedangkan basa adalah senyawa yang memiliki pH lebih besar dari 7. Batas maksimum pH suatu senyawa adalah 14. Dari hal tersebut kita dapat menuliskan bahwa pH + pOH = 14. Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang menghasilkan ion hidrogen dalam larutan. Sedangkan basa sukar larut dalam air karena basa memiliki ion hidroksida. Suatu asam dikatakan hipotetis apabila asam tersebut tidak stabil sehingga segera terurai menjadi zat lain.
Teori Arrhenius masih memiliki kelemahan, bahwa tidak semua reaksi asam harus berlangsung dalam larutan. Kemudian Bronsted-Lowry mendefinisikan asam dan basa dengan mengatakan bahwa asam merupakan donor proton sedangkan basa merupakan akseptor proton. Menurut Bronsted-Lowry, asam dan basa ini akan menghasilkan suatu pasangan konjugasi, yaitu suatu pasangan ketika asam melepaskan ion H+ nya kepada basa atau akseptor.
Untuk melengkapi teori-teori diatas, Lewis juga mengemukakan bahwa asam dan basa merupakan perpindahan electron dari suatu senyawa ke senyawa lainnya. Asam berperilaku sebagai akseptor pasangan elektron sedangkan basa sebagai donor pasangan elektron.
Indikator adalah suatu zat, yang warnanya berbeda-beda sesuai konsentrasi ion-Hidrogen. Indikator umumnya merupakan suatu asam atau basa organik lemah , yang dipakai dalam larutan yang sangat encer.
Asam atau basa indikator  yang tidak tedisosiasi mempunyai warna yang berbeda dengan hasil disosiasinya, sehingga memudahkan praktikan dalam menentukan apakah larutan tersebut bersifat asam atau basa.
Berikut adalah beberapa jenis indikator yang sering digunakan:

Indikator
Warna Asli
Trayek pH
Warna
Asam
Basa
Metil Jingga
Coklat Jingga
3,1-4,1
Merah Marun
Kuning Kehijauan
Metil Merah
Coklat Merah
4,2-6,2
Merah
Kuning Kecoklatan
Bromtimol Biru
Merah
6,0-7,6
Jingga
Biru
Kertas Lakmus
Merah
6,2-7,2
Merah
Biru
Fenolftalein
Bening
8,0-10,0
Bening
Merah Muda
Selain Indikator di atas larutan asam dan basa dapat ditentukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang berwarna seperti, daun suji, kunyit , bunga mawar, bunga kembang sepatu, kol merah, bit, bawang merah, dll. Misalkan bit pada kondisi netral berwana merah akan berubah menjadi warna ungu dalam larutan asam dan kuning dalam larutan basa.
Walau demikian, warna yang diberikan tentunya memiliki jangkauan yang terbatas. Batas-batas pH ketika indikator mengalami perubahan warna disebut trayek perubahan warna indikator tersebut.

C. Alat dan bahan :
1.      Air cuka                                                                      13. Fenolftalein
2.      Minuman Bersoda (Sprite)                                          14. Daun Suji
3.      Larutan Abu Gosok                                                    15. Bunga Mawar
4.      Larutan Sabun Mandi                                                 16. Kunyit
5.      Pipet Tetes                                                                  17. Bawang Merah
6.      Tabung Reaksi                                                            18. Bunga Kembang Sepatu
7.      Metil Jingga                                                                19. Bawang Merah
8.      Metil Merah                                                                20. Mangkuk Porselen
9.      Bromtimol Biru                                                           21. Kol Merah
10.  Kertas Lakmus                                                            22. Air
11.  Tumbukan                                                                  
12.  Cawan
D. Langkah kerja :
Langkah kerja menggunakan indikator metil jingga (MJ), metil merah (MM), bromtimol biru (BB), kertas lakmus, dan fenolftalein, sebagai berikut:
1.      Sediakan beberapa sempel antara lain : cuka dapur, minuman bersoda, larutan abu gosok, dan larutan sabun mandi.
2.      Dari masing-masing larutan ujilah dengan menggunakan lima macam indikator metil jingga (MJ), metil merah (MM), bromtimol biru (BTB), kertas lakmus, dan fenolftalein (PP) dengan cara: ambil 1 mL masing-masing larutan sempel masukan ke dalam tabung reaksi dan tambahkan masing-masing larutan dengan 3 tetes indikator-indikator tersebut!
Langkah kerja dengan menggunakan indikator alami, sebagai berikut:
             1.     Pertama-tama, bahan-bahan yang sudah dibawa seperti kol merah, bunga kembang sepatu, daun suji, bunga mawar, kunyit, bawang merah, dan bit diletakkan dalam cawan, kemudian dicampur dengan sedikit air.
             2.     Lalu letakkan pada cawan yang terpisah untuk masing-masing bahan.
             3.     Kemudian gunakan tumbukan sehingga terdapat serat-serat dari masing-masing bahan alami tersebut.
             4.     Teteskan serat dari bahan-bahan tersebut pada mangkuk porselen yang tersedia. Untuk masing-masing bahan, teteskan pada 2 slot yang ada di lumpang porselen.
             5.     Teteskan Air Cuka ke salah satu dari 2 slot yang tersedia dari masing-masing bahan. Kemudian teteskan Air Sabun pada slot yang tersisa / slot lainnya.
             6.     Amati dan catat perubahan warna dari masing-masing serat bahan alami yang ditetesi masing-masing Air Cuka maupun Air Sabun.
E. Data Pengamatan
                        Hasil Pengamatan Indikator Bahan Metil Jingga (MJ), Metil Merah (MM), Bromtimol Biru (BTB), Lakmus, dan Fenolftalein (PP).
Larutan Sampel
MJ
MM
BTB
Lakmus
PP
pH
Cuka
Merah
Ungu
Jingga
Merah
Tak Berwarna
< 8
Minuman Bersoda (Sprite)
Merah
Ungu
Jingga
Merah
Tak Berwarna
< 8
Larutan Abu
Jingga
Kuning
Biru
Biru
Ungu
> 10
Air Sabun
Jingga
Kuning
Biru
Biru
Ungu
> 10
 Hasil Pengamatan Indikator Bahan dari Alam
No.
Bahan Alami
Warna Asli
Warna
Air Cuka
Air Sabun
1
Kol Merah
Ungu
Merah Muda
Kuning
2
Bunga Kembang Sepatu
Merah Muda
Rose Pink
Hijau Muda
3
Daun Suji
Hijau Tua
Hijau Tua
Hijau Tua
4
Bunga Mawar
Merah
Merah Marun
Coklat Kekuningan
5
Kunyit
Kuning
Kuning
Kecoklatan
6
Bawang Merah
Bening
Bening
Hijau Muda

F. Kesimpulan :
Dari hasil percobaan diatas, kita dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan. Suatu senyawa dipastikan memiliki asam basa yang berbeda-beda dalam range pH= 1-14 dimana pH=7 adalah pH netral. Oleh karena itu, maka dibuatlah suatu percobaan guna mengetahui berapa pH atau keasaman suatu senyawa. Dengan menggunakan senyawa-senyawa seperti pada tabel diatas yaitu Metil jingga, metil merah, bromtimol biru, kertas Lakmus maupun fenolftalein maka kita dapat mengetahui berapa pH suatu senyawa.
Tetapi dilain pihak, kita juga dapat menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengukur/ indikator pH. Dari percobaan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua bahan alami dapat digunakan sebagai indikator trayek pH. Hal ini dapat dilihat bahwa Daun Suji tidak mengalami perubahan warna yang mencolok sehingga sulit bila digunakan sebagai indikator.
Untuk melihat trayek pH dari masing-masing bahan alami, kita dapat melihatnya dengan membandingkan slot asam pada bahan alami dengan slot asam pada senyawa-senyawa indikator metil jingga dll. Dari tabel tersebut, warna yang paling mirip dapat dikatakan sebagai range pH bahan alami tersebut.
Dari percobaan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa kol merah merupakan salah satu indikator bahan alami yang paling baik karena ketika diberikan asam, warnanya akan menjadi merah seperti Asam pada metil jingga(MJ), dan ketika basa warnanya menjadi kuning kehijauan. Bunga kembang sepatu dan bunga mawar juga cukup baik bila digunakan sebagai indikator karena masih adanya perubahan warna yang terlihat.
Maka kita dapat menyatakan bahwa semua senyawa memiliki pH yang berbeda-beda, namun dalam pengukurannya, yang dapat digunakan sebagai indikator trayek pH dapat digolongkan menjadi indikator bahan alami yang baik seperti kol merah karena adanya perubahan warna yang mencolok untuk pH yang berbeda-beda, maupun indikator sebagian seperti kunyit karena perubahan warna yang hanya sensitif pada senyawa basa, atau yang tidak dapat digunakan sebagai indikator sama sekali, yaitu daun suji.
Dengan adanya indikator bahan alami ini, kita dapat memperkirakan berapa besarnya pH suatu senyawa, akankah suatu senyawa memiliki sifat asam atau basa dengan penggunaan indikator bahan alami ini secara efektif.
  
LAMPIRAN

Minuman Bersoda (Sprite)


  Larutan Abu


 Air Cuka





  


Air Sabun







Ket : Larutan setelah ditambahkan: 
                                                     No. 1 = Bromtimol Biru
                                                     No. 2 = Kertas Lakmus
                                                     No. 3 = Metil Jingga
                                                     No. 4 = Metil Merah
                                                     No. 5 = Fenolftalein

LAPORAN PRAKTIKUM LARUTAN PENYANGGA


CARA KERJA LARUTAN PENYANGGA
A.    Tujuan
Untuk mengetahui nilai pH dan sifat asam basa dalam larutan penyangga.

B.     Landasan Teori
Larutan penyangga, buffer, atau dafar adalah campuran asam lemah dengan garamnya dari basa kuat atau campuran basa lemah dengan garamnya dari asam kuat. Misalnya, CH3COOH dengan larutan CH3COONa dan larutan NH3 dengan larutan NHCl. Campuran larutan ini mempunyai sipat penyangga (penahan) terhadap usaha untuk mengubah pH, artinya penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau penambahan air tidak mengubah pH larutan.
Dalam industri atau kedokteran, kadang-kadang diperlukan larutan penyangga. Dalam darah ditubuh kita pun terdapat larutan penyangga ysng berfungsi untuk mempertahankan pH darah.
Dalam larutan penyangga yang mengandung asam lemah dengan garamnya, dapat ditemukan konsentrasi ion H+ dengan rumus:

[H+] = K­a  mol asam lemah       Ka : tetapan kesetimbangan asam
                mol basa konjugat

Dalam larutan penyangga yang mengandung basa lemah dengan garamnya, dapat ditentukan konsentrasi ion OH- dengan rumus:

[OH-]= Kb mol basa lemah        Kb: tetapan kesetimbangan basa
                 mol asam konjugat

C.     Alat dan Bahan
·         Gelas Kimia
·         Natrium asetat 0,1 M
·         Larutan asam asetat 0,1 M
·         HCl 0,1 M
·         NaOH 0,1 M
·         NH4OH 0,1 M
·         Indikator pH universal

D.    Cara Kerja
1.      Campurkan 2,5 mL larutan asam asetat 0,1 M dengan 2,5 M larutan natrium asetat 1 M dan homogenkan, kemudian bagi larutan menjadi lima masing-masing 100 mL, masukan ke dalam gelas kimia dan beri nomor 1 sampai 5!
2.      Hitung pH larutan sebelum dan sesudah dicampur secara teoritis dan catat masing-masing pH-nya!
3.      Ukurlah pH larutan masing-masing sebelum dan sesudah dicampur dengan indikator pH universal dan catat masing-masing pH-nya!
4.      Pada gelas kimia 1 tambahkan 1 tetes larutan HCl 1 M, kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah HCl, dan hitung pH-nya secara teoritis!
5.      Pada gelas kimia 2 tambahkan 1 tetes larutan asam asetat 1 M, kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah asam asetat dan hitung pH-nya secara teoritis!
6.      Pada gelas kimia 3 tambahkan 1 tetes larutan NaOH 1 M, kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah NaOH, dan hitung pH-nya secara teoritis!
7.      Pada gelas kimia 4 tambahkan 1 tetes larutan NH4OH 1 M, kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah NH4OH, dan hitung pH-nya secara teoritis!
8.      Pada gelas kimia 4 tambahkan 100 mL air murni, kemudian kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah air murni, dan hitung pH-nya secara teoritis!
9.      Catat semua hasil penukuran pH dan hasil perhitungan Ph yang telah anda lakukan!


E.     Data Pengamatan
Larutan asam asetat 1 M + natrium asetat 1 M
No.
Zat yang diuji
pH sebelum dicampur
pH sesudah dicampur
1.
CH3COONa
3
4
2.
CH3COOH
6
4

Penambahan Larutan
No.
Zat yang diuji
pH
1.
Campuran 1 + HCl 1 M
1
2.
Campuran 2 + asam asetat 1 M
4
3.
Campuran 3 + NaOH 1 M
14
4.
Campuran 4 + NH4OH 1 M
4



F.      Kesimpulan
1.      Larutan CH3COOH dan CH3COONa merupakan larutan peyangga yang terdiri dari asam lemah dengan basa konjugasi/garam
2.      Larutan CH3COONa bertindak sebagai basa konjugasi/garam
3.      Larutan CH3COOH bertindak sebagai asam lemah
4.      Perbandingan antara pH awal dengan pH setelah penambahan HCl, NaOH maupun air  adalah menurut teori tetap, namun dalam penambahan sedikit asam/basa.

ans!!